Selamat Datang......

Selamat Datang di Blog Sri Wahyuningsih, SKM...

Kamis, 20 Oktober 2011

survei konsumsi gizi


METODE SURVEI KONSUMSI MAKANAN UNTUK INDIVIDU
Metode pengukuran konsumsi makanan untuk individu antara lain :
1.      METODE FOOD RECALL 24 JAM
a.      Pengertian Recall 24 Jam
Prinsip dari metode food recall 24 jam, dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu.
Menurut E-Siong, Dop, Winichagoon (2004) untuk survei konsumsi gizi individu lebih disarankan menggunakan recall 24 jam konsumsi gizi dikarenakan dari sisi kepraktisan dan kevalidan data masih dapat diperoleh dengan baik selama yang melakukan terlatih.
Metode ini cukup akurat, cepat pelaksanaannya, murah, mudah, dan tidak memerlukan peralatan yang mahal dan rumit.   Ketepatan menyampaikan ukuran rumah tangga (URT) dari pangan yang telah dikonsumsi oleh responden, serta ketepatan pewawancara  untuk menggali semua makanan dan minuman yang dikonsumsi responden beserta ukuran rumah tangga (URT).

b.      Tahapan melakukan Recall 24 jam Konsumsi Gizi
Recall konsumsi gizi memiliki unit analisis terkecil selama 24 jam atau sehari. Jangka waktu minimal yang dibutuhkan untuk recall 24 jam konsumsi gizi adalah satu hari (dalam kondisi variasi konsumsi pangan dari hari ke hari tidak beragam ) dan maksimal 7 hari. Namun paling ideal dilakukan dalam satu minggu atau 7 hari.
Pengulangan recall dapat dilakukan untuk meningkatkan ketepatan data zat gizi yang diperoleh. Pengulangan dapat dilakukan pada musim berbeda, missal recall 24 jam konsumsi pangan yang pertama selama 7 hari dilakukan saat musim kemarau, pengulangan recall 24 jam konsumsi pangan (recall 24 jam konsumsi pangan tahap kedua) dilakukan selama 7 hari pada musim penghujan.
c.       Latihan Recall 24 jam Konsumsi Gizi
Latihan recall 24 jam konsumsi gizi dapat dilakukan sebagai berikut :
1)      Melakukan informed consent
2)      Menanyakan makanan dan minuman termasuk suplemen yang dikonsumsi responden pada waktu makan pagi kemarin sampai sebelum sarapan hari ini beserta ukuran rumah tangga. Memperlihatkan model makanan (food model)/pangan sesungguhnya kepada responden/subjek atau melihat daftar URT yang ada untuk memperkirakan URT
3)      Menanyakan makanan selingan setelah makan pagi kemarin hingga sebelum makan pagi hari ini beserta URT dan dibantu dengan model makanan/melihat URT yang ada. Semua total waktu kegiatan konsumsi makanan, minuman dan suplemen berjumlah 24 jam
4)      Menanyakan kepada responden/subjek apakah masih ada makanan, minuman, suplemen yang terlewatkan?
5)      Memasukkan data pangan beserta URT ke formulir dengan berat makanan
6)      Melakukan pengolahan data untuk mengkonversi berat makanan ke dalam zat gizi  dengan bantuan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)

2.      METODE ESTIMATED FOOD RECORD (Pencatatan Pangan)
a.      Pengertian Pencatatan Pangan
Pencatatan pangan dilakukan dengan mencatat segala makanan dan minuman serta suplemen vitamin dan mineral maupun suplemen makanan lainnya yang dikonsumsi dari pagi sampai menjelang pagi (24 jam) dengan porsi atau ukuran rumah tangga yang dikonsumsi.
Hal-hal yang dicatat subjek atau responden antara lain makanan dan minuman beserta ukuran rumah tangga dan perkiraan berat makanan dan minuman menurut subjek . Tidak lupa dicatat suplemen vitamin maupun mineral suplemen makanan lain yang dikonsumsi. Bila memungkinkan maka nama makanan dan minuman kemasan termasuk suplemen dicatat merek dan URT nya.
b.      Tahapan Pencatatan Pangan
-          Responden mencatat segala makanan dan minuman yang dikonsumsi beserta ukuran rumah tangga atau porsi makanan secara rinci termasuk suplemen yang dikonsumsi. Pencatatan dilakukan dilembar kertas yang disediakan.
-          Pencatatan makanan dilakukan selama satu hingga tujuh hari secara berurutan maupun tidak berurutan harinya yang mewakili satu atau beberapa hari kerja (Senin, Selasa, Rabu, Kamis , Jumat ) dan hari libur (Sabtu, Minggu) atau hari libur nasional/hari raya keagamaan.
-          Hasil pencatatan makanan dan minuman termasuk suplemen beserta ukuran rumah tangga dari masing-masing makanan dan minuman yang dikonsumsi dikonversi dulu ke berat makanan. Kemudian diolah secara manual dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan kalkulator atau dengan menggunakan software nutrsoft maupun nutrisurvey sehingga akan diperoleh nilai energi dari masing –masing makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang setiap hari dengan komputer. Bila hasil tiap individu dirata-rata maka akan dihasilkan nilai zat gizi masyarakat atau kelompok penilaian rata-rata.
c.       Latihan Pencatatan Pangan
1)         Mencatat nama responden/subjek
2)         Melakukan rapport kepada subjek
3)         Membuat informed consent kepada subjek
4)         Memberi petunjuk secara ringkas bagaimana subjek harus mencatat makanan, minuman, dan suplemen beserta URT dan perkiraan berat yang dikonsumsi dalam sehari dan diulang minimal dua hari maksimal tujuh hari
5)         Memasukkan hasil pencatatan pangan pada formulir
6)         Menghitung zat gizi pangan masing-masing

3.      METODE PENCATATAN PENIMBANGAN PANGAN
a.      Pengertian Pencatatan Penimbangan Pangan
Metode pencatatan penimbangan pangan dalam survei konsumsi gizi merupakan Gold Standar (baku emas) untuk menentukan seberapa banyak makanan dan minuman benar-benar dikonsumsi oleh seseorang atau sekelompok masyarakat.
Pada metode ini responden atau petugas menimbang dan mencatat seluruh makanan yang dikonsumsi responden selam 1 hari.
b.      Tahapan Pelaksanaan Pencatatan Penimbangan Pangan
-          Responden menimbang makanan dan minuman sebelum makan, setelah selesai makan dan minum sisa makanan dan minuman ditimbang kembali. Selisih makanan dan minuman awal adalah berat makanan dan minuman yang dikonsumsi. Hasil penimbangan dicatat dalam lembar kuesioner penimbangan pangan yang telah dipersiapkan.
-          Kegiatan penimbangan makanan ini bisa berlangsung dalam satu hingga tujuh hari secara berurutan maupun tidak berurutan harinya mewakili satu atau beberapa hari kerja (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat) dan hari libur (Sabtu, Minggu). Pengulangan hari dilakukan untuk meningkatkan validitas hasil penimbangan makanan.
-          Hasil penimbangan dari masing-masing makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat diolah secara manual dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan kalkulator atau dengan menggunakan software nutrsoft atau nutrisurvey, sehingga akan diperoleh nilai gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang setiap hari dengan komputer. Bila hasil tiap individu dirata-rata maka akan dihasilkan nilai zat gizi masyarakat atau kelompok penelitian rata-rata.
c.       Latihan pencatatan penimbangan pangan
Langkah – langkah pencatatan penimbangan pangan
1)      Mencacat nama subjek
2)      Melakukan rapport kepada subjek
3)      Membuat informed consent kepada subjek
4)      Memberi  petunjuk secara ringkas bagaimana subjek menimbang
5)      Menjelaskan bagaimana subjek mencatat makanan dan minuman sebelum dan sesudah dikonsumsi dalam sehari dan diulang minimal dua hari
6)      Memasukkan hasil penimbangan pangan pada formulir
7)      Menghitung nilai zat gizi masing-masing pangan
                                               
4.      METODE FREKUENSI MAKANAN (FOOD FREQUENCY)
a.      Pengertian Kuesioner Frekuensi Makanan
Metode frekuensi makanan digunakan untuk memperoleh data tentang frekuensi konsumsi sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama periode tertentu seperti hari, minggu, bulan atau  tahun.
Metode sangat banyak digunakan dalam penelitian epidemiologi karena metode ini relative sensitive mendeteksi kekurangan maupun kelebihan zat gizi mikro (vitamin, mineral) yang banyak dihubungkan dengan kejadian penyakit tertentu.
Metode ini juga cepat, murah, dan mudah dilakukan dilapangan. Keunggulan FFQ yang lain mampu mendeteksi kebiasaan makan masyarakat dalam jangka panjang dalam waktu yang relative singkat.
b.      Tahapan Melakukan Frekuensi Makanan
-          Membuat kuesioner frekuensi pangan berdasarkan kebutuhan zat gizi yang diteliti khususnya pangan sumber vitamin dan mineral tertentu serta kebiasaan makan masyarakat

-          Daftar nama makanan dan minuman dibuat berdasarkan kelompok pangan lalu dibuat kategori respon berapa kali frekuensi yang ada terhadap daftar nama makanan dan minuman termasuk suplemen yng sudah dibuat. Frekuensi pangan yang ditulis berupa berapa kali perhari hingga berapa kali pertahun, setelah itu dibuat rata-rata harian.
-          Setelah draf kuesioner frekuensi pangan siap, maka perlu dilakukan uji coba dilapangan dengan menggunakan responden/subjek yang mirip dengan calon subjek/responden sesungguhnya.
-          Contoh penggunaan frekuensi makanan missal roti dikonsumsi dalam seminggu ada tiga kali dan dalam sehari satu kali, maka frekuensinya sebanyak (3hari x 1kali)/7hari = 0,4 kali perhari
c.       Latihan menggunakan kuesioner frekuensi pangan
Langkah-langkah penggunaan kuesioner frekuensi pangan :
1)         Melakukan pendekatan pada responden (rapport)
2)         Menanyakan kesediaan responden untuk terlibat dalam penelitian dan konsekuensi dari penelitian (informed consent dan ethical clearance)
3)         Mulai menanyakan kepada subjek dari makanan pokok atau pangan sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, atau bahkan sampai satu tahun
4)         Mengisikan kolom perhari dengan frekuensi suatu makanan atau bahan makanan tertentu yang dimakan dalam satu hari.
5)         Semua data nama makanan dan minuman serta suplemen sudah terisi dengan frekuensi, maka semua data frekuensi dijadikan dalam hari; berapa kali perhari. Bila data yang diperoleh dalam minggu, maka frekuensi dibagi tujuh hari (7 hari), bila data dalam bulan maka frekuensi dibagi tiga puluh hari (30 hari)
6)         Cara menyajikan frekuensi pangan adalah berdasarkan frekuensi yang paling sering dikonsumsi dalam satu kelompok pangan, atau berdasarkan kajian zat gizi tertentu misal kajian anemia gizi dihubungkan dengan konsumsi pangan kaya zat besi dan pangan yang menghambat penyerapan zat besi



DAFTAR PUSTAKA

Laksmi Widajanti. 2009. Survei Konsumsi Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas       Diponegoro
Supariasa, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar